• Home
  • Default
  • Cara Membaca Al Quran Yang Benar Sesuai Sunnah

Cara Membaca Al Quran Yang Benar Sesuai Sunnah

Cara membaca al quran yang benar –  Alquran yaitu kalamullah Ta’ala. Kalam-Nya dengan cara hakiki yang di turunkan lewat malaikat jibril yang terpercaya pada Nabi Muhammad saw. Allah bicara dengannya dengan cara hakiki, bukanlah kalimat hati atau yang selainnya. https://mefahlan.com sesuai adab akan memperoleh barokah dari bacaannya dan mencapai pahala yang utuh, Kemauan yang benar. Menginginkan pahala.  Membaca alquran dalam Kondisi suci. Pahala jadi lebih sempurna jika seorang membaca alquran dalam kondisi bersuci. Walau demikian juga bisa membaca alquran tanpa ada berwudhu bila ia membacanya dengan hafalan.

Bersuci saat akan menyentuh mus-haf alquran mengenai menyentuh alquran tanpa  berwudhu, ada ketidaksamaan pendapat mengenai hukumnya. Untuk kehati-hatian sebaiknya berwudhu saat menginginkan menyentuh mushaf alquran. Sebagian besar ulama mensyaratkan hal semacam ini, walau ada beberapa ulama yang memiliki pendapat bolehnya menyentuh mushaf tanpa ada berwudhu. Menghadap kiblat bisa juga membaca alquran tanpa ada menghadap kiblat, tak ada kelirunya. Tetapi, menghadap kiblat lebih mendorong untuk khusu’ serta lebih utama dari pada tak menghadap kearahnya. Membaca alquran dengan duduk, tujuannya untuk lebih menghormati kitabullah ta’ala serta mengagungkan sya’ir-sya’irnya’ bila seorang membacanya dengan berdiri atau sembari jalan, hal semacam itu juga diblolehkan. Sebab rasulullah saw. Senantiasa berdzikir pada allah dalam tiap-tiap kondisi. Bersiwak maksudnya yaitu untuk mengharumka bau mulut yang keluar darinya kalamullah ta’ala. Dalam satu hadits nabi saw. Membaca dengan cara tartil, tartil tujuannya yaitu membaca dengan cara perlahan (tak tergesa-gesa), membenarkan lafadz serta huruf-hurufnya, dan melindungi hukum-hukum tilawah.

Membaguskan suara waktu membaca alquran. Memperlihatkan rasa sedih serta khusyu. Menangis atau memperlihatkan seakan-akan menangis. Semestinya untuk seseorang qaari’ untuk menangis sedapatnya ketiak ia membaca kalamullah ta’ala. Bila ia tak dapat, jadi perlihatkan sikap seakan-akan ia menangis, yakni berupaya menangis. Tangisan itu adalah bukti hadirnya hati saat membaca al-qur’an.  Tadabbur (menghayati) serta tafakkur (merenungi maknanya) yaitu mengambil manfaat dari bacaan alqurannya, lalu merenungkannya. Memohon rahmat, memohon perlindungn diri, serta semacamnya. Membaca dengan lisan dibarengi hadirnya hati. Memanjangkan suara waktu membaca. Tak terlalu berlebih saat membaca alquran. Tak menghatamkan alquran kurang dari tiga hari. Melindungi alquran dengan senantiasa membacanya.